adit
i'm come back.. :)

PEMANDANGAN SORE YANG LUAR DARI BIASA

Sore yang melelahkan, perjalanan menuju tempat kerja sepulang dari supplier. Dari karawang barat menuju jakut tepatnya di jl.pegangsaan 2. Lelah bukan karena kerja, tapi karena macet yang luar biasa di sepanjang tol sampai keluar, waktu normal 1jam sampai,sampai molor 3jam baru keluar tol. Yah, jakarta, begitulah keadaannya.

Lepas 3jam sampailah kami di pintu masuk pegangsaan 2. “Sebentar lagi sampai niy”,batinku. Baru berapa meter mobil masuk dan baru pula aku memprediksi, ternyata sudah di hadapkan dengan kemacetan lagi.Buset dah..😦

Tapi hati sepertinya harus sabar, gak boleh terbawa emosi. Okelah kalo beggituu,, lanjut maang…!πŸ™‚. Sampai pada kira2 kilometer 2.0 ternyata sebuah truk tronton super besar mogok. Alhasil jalur kanan dilalui kendaraan secara bergantian. Mobil melaju perlahan merayap sampai dekat ke tronton mogok itu.

“Haah..?! apa yang aku lihat, seperti inikah tingkah bocah jaman sekarang?”. Apa yang mengagetkanku adl sebuah pemandangan yang luar dari biasa. Sekelompok bocah umur 5tahunan berjumlah sekitar 3orang dengan nekatnya mencongkel2 plat besi truk tronton yang mogok itu. Saat si supir tronton gak ada di situ, 3orang bocah menjelma menjadi maling kecil yang tak terdidik. “Kenapa dia lakukan itu?”, aku tau jawabannya: “untuk dijual ke pengepul besi tua. Karena di sepanjang jalan pegangsaan 2 memang banyak tua-muda berpencaharian sebagai penumpul besi tua dan mereka menjualnya pada pengepul.

gambar: para pengumpul besi tua

“Inikah realita kehidupan saat ini?”. Sedemikian ketidakmampuan orang tua untuk menghidupi keluarga sampai2 merelakan para anak tumbuh dengan abnormal. Membiarkan mereka besar di jalanan dengan tubuh dekil, tiap hari bekerja sebagai pegumpul besi tua yang membuat seluruh badan mereka berkarat bukan hanya karena karat besi tua yang menempel tapi juga berkarat norma yang sangat buruk seperti menjadi maling kecil hanya demi sesuap nasi. Itu yang membuatku miris melihatnya. Tak jadi soal jikalau memang hidup bernasib miskin dan harus menjadi pengumpul besi tua, tapi mengumpul besi bukan dengan cara mencuri?.

Tapi walaupun begitu tak semestinya aku menyalahkan anak2 itu. Logikaku mesti berjalan sebagai orang yang tidak memandang suatu hal hanya dari satu titik pandang. “Yah, sederhana saja, mereka masih kecil, belum nalar, orang tua merekalah yang lebih harus bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Perhatian dan kasih sayang adalah kuncinya “.

“Bersyukurlah kita yang dari kecil sampai saat kita besar kini tak pernah merasakan suatu kondisi yang seperti itu. Jadi buat kita yang mempunyai hasrat yang tinggi untuk memilki sesuatu tapi gagal meraihnya janganlah merasa kecewa dan jadi pesimis, sampai mungkin depresi. Tetaplah bersyukur, lihatlah ke bawah, masih banyak orang2 di sekitar kita yang masih lebih tidak mampu dari kita. Semoga harimu selalu indah. Amin..πŸ™‚

7 Responses to “PEMANDANGAN SORE YANG LUAR DARI BIASA”

  1. tapi kalau menurutku meski seseorg itu miskinnya kayak apa.. namun dia punya kemuliaan hati, punya keimanan yang tinggi padaNya… maka meski tempatnya dikelilingi sampah dan sesuatu yg dipandang hina oleh sebagian manusia lainnya… dia akan tetap bercahaya.
    masalahnya… org2 yg kurang beruntung yang sering kita jumpai tuh putus asa duluan, pasrah pada nasibnya… kurang bgtu mendekat padaNYa.. kecuali hanya sedikit saja dr mereka

  2. miris😦 rasanya ingin memejamkan mata tapi kenyataan ga bisa dibohongin
    salam kenal

  3. Itulah potret kehidupan yang tidak bisa kita hindarkan..😦
    sangat miris

    terima kasih mas atas postingannya… sudah seharunya kita selalu bersyukur dengan apa yg kita miliki…

    salam kenal

  4. Sungguh ironis

  5. itulah mas zaman sekarang ini, ingin mendapatkan sesuap nasi, demi mengisi lambung yang kecil itu apapun akan dilakukan… tak jadi masalah… haram pun akan dilantakkannya untuk mendapatkan sesuap nasi… post yang bagus mas…πŸ™‚

  6. Ibu kota semakin hari semakin penuh masalah. Macet, polusi dan masalah sosial. Sepertinya harus semakin meningkatkan kesabaran tinggal d ibu kota.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: